Fryboje46's website

Our website

22
Ja
Berikut Ini Cara Mengadakan Aqiqah Menurut Islam
22.01.2017 05:50


Aqiqah itu menandakan memutus dan melubangi, serta ada pula yang menyebarkan bahwa akikah adalah seri bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan pun bahwa akikah merupakan serabut yang dibawa si bocah ketika real. Adapun maknanya secara syari’at adalah satwa yang disembelih untuk menyelesaikan bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bujang yang baru lahir. Perancang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah atau Al-'Iqqah mempunyai adalah serat makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia atau hewan. Dinamai juga daripadanya binatang yang disembelih untuk bujang yang pertama lahir di hari keseminggunya.

1. Pendek Hukumnya
Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun wali dalam keadaan sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan karet sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru real.

1. Rasulullah saw saw. bersabda:
“Setiap balita tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur & diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari saki Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini pada kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan meriwayatkan:
Bahwa Rasul saw. meng-aqiqahkan Hasan & Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Dan dari Tindasan bin Amir Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, dan hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Pada setiap anak rapi aqiqahnya, dipastikan sembelihlah fauna dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Bubuk Daud
Rasulullah saw Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan tersebut agar beraqiqah dua upaya kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki & seekor kibas untuk budak perempuan.

6. Hadits riwayat Malik & Ahmad
Fatimah Binti Rasulullah saw SAW (setelah melahirkan Lembut dan Husain) mencukur serat Hasan & Husain lalu ia menzakatkan dengan argentum seberat tolok rambutnya.

7. Hadits babad Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya terdesak dilakukan aqiqah untuk bani dua kontrol kambing yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan dua ekor kambing/domba yang seolah-olah dan umurnya bersamaan. Serta untuk bujang perempuan 1 ekor.
Daripada Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku sudah mendengar Rasulullah saw. menitahkan:

" Untuk anak laki-laki dua ekor wedus yang seiras, dan untuk anak dara satu sudut. " & dibolehkan wahid ekor kambing untuk bani. Rasulullawh saw. pernah melaksanakan yang demikian untuk Rancak dan Husain r. a., seperti di hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah bila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia merebahkan membantai kambing serta melumuri kepalanya dengan darah kambing ini. Maka setelah Allah mengakibatkan islam, aku menyembelih kambing, mencukur / menggundul penyelenggara si momongan dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Pelerai demam Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang sosok pada tanda jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, itu melumuri randu dengan sundut aqiqah, lalu ketika memotong rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya’. sumber Oleh karena itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Tenggat Penyembelihan

1. Jika mengharuskan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Kalau tidak, maka pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 atas hari kelahirannya. Jika sedang tidak memungkinkan maka di dalam kapan sekadar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, & pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Selanjutnya:
- Melepaskan anak identitas
- Menyikat rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Tentang hal syarat hewan kambing yang dapat jadi aqiqoh itu sama dengan syarat fauna qurban (kurban) sbb:
- Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan merembes usia (dua) tahun.
- Domba: siap berusia 6 (enam) tarikh dan merembes bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mahir ada warga badan hewan yang cacat.
- Dagingnya tidak piawai dijual.

4. Bersamaan Sempang Qurban dan Aqiqah.
Mulai sini tampak pertanyaan, yaitu bolehkah mengikat niat aqiqah dan kurban? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah berdasar pada otomatis kurban yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan imbauan akikah? Menyerempet hal itu ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan tersebut bisa sekali lalu diniatkan aqiqah dan menjatuhkan anjurannya. Gagasan ini ialah opsi yang disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari kurung tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, & Qatadah, mufakat dengan pandangan ini. Meronce berargumentasi, zat kedua kebiasaan sama, yakni mendekatkan pribadi kepada Sang pencipta swt. dengan perantara sembelihan satwa. Keduanya bisa saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama ketika shalat wajib di Langgar disertai dengan niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menyampaikan opsi ini.

Kedua kebiasaan itu gak boleh disatukan dan tidak bisa menjatuhkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat berikut disampaikan per Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu riwayat Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki tumpuan yang eksentrik. Maka ini, satu tentu lain bukan boleh digabung. Latar belakang & motif papar kesunnahan kedua ibadah itu pun bertelingkah. Jadi, redup tepat disatukan. Misalnya, denda yang halal di haji tamattu' serta denda yang berlaku di fidyah.

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!